31 Agustus 2019 18:49:08
Ditulis oleh Admin

DESA BESOWO LESTARIKAN TRADISI BUCU KENDIT MALAM 1 SURO

BESOWO SABTU(31/08) - Menjelang petang di Desa Besowo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, begitu berbeda. Warga berbondong-bondong menuju jembatan, pertigaan dan perempatan jalan desa & tempat-tempat tertentu membawa sajian dalam wadah nampan. Sajian berupa nasi dan lauk-pauk yang dinamakan bucu kendit karena nasi berbentuk lancip atau bucu sebesar kepalan tangan orang dewasa yang biasa disebut kendit. Aneka ragam lauk seperti sayur urap-urap, tempe goreng, telur dan mi kering mengelilingi bucu.

 Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa. Di awal bulan Suro atau Sura di mana bertepatan dengan tanggal satu Muharram dalam kalender Hijriyah.Masyarakat Tuban yang berada di wilayah selatan, malam satu Suro biasanya diperingati pada sore menjelang malam hari. Masyarakat setempat menyebutnya Surup atau Sandik Olo. Pada hari sebelum tangal satu biasanya disebut malam satu Suro, hal ini karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam.Masyarakat Jawa memiliki pandangan beragam mengenai Satu Suro, sebagian besar hari ini dianggap kramat. Bahkan untuk sebagian masyarakat, pada malam satu Suro memiliki tradisi untuk berdoa ataupun melakukan ibadah lain.
 

Tradisi ini di malam syuro diadakan sebagai rasa syukur & tolak balak agar seluruh desa selamat. Area dekat sungai atau jembatan pun biasa dipilih karena diyakini sebagai tepat makluk halus bersemayam. Sejatinya tradisi bucu kendit sudah banyak ditinggalkan masyarakat. Menurut Sudadi, Mbah Modin/sesepuh Desa Besowo, bucu kendit rutin dilaksanakan setiap tahun. Namun antusias warga terus menurun setiap tahunnya, sehinnga perangkat desa mengingatkan agar warganya untuk meramaikan tradisi ini.

Bucu kendit dilaksanakan pada malam syuro, pada tanggal satu, sepuluh atau lima belas syuro. Dimulai dengan doa oleh sesepuh desa, kemudian warga bertukar bucu kendit dan tradisi diakhiri dengan makan bersama sajian yang telah disiapkan. Banyak warga yang berebut membawa pulang nasi bucu kendit yang hanya sekecil kepalan tangan, nasi bucu itu nantinya akan ditanam di depan rumah agar seisi rumah diberi keselamatan. Mari kita bersama-sama lestariken tradisi/budaya yang positif dan berfaedah...



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus